topmetro.news, Binjai – Kesabaran warga Lingkungan II dan III Kelurahan Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai sudah habis. Warga di dua lingkungan tersebut bertahun-tahun hidup dalam kepungan banjir. Namun sejauh ini tidak ada solusi konkrit yang dilakukan Walikota Binjai.
Tak sabar merealisasikan janji-janjinya, warga akhirnya melayangkan pernyataan sikap keras kepada Ketua dan Anggota DPRD Tingkat II Kota Binjai. Dalam surat itu warga menuntut tanggung jawab nyata atas persoalan yang dinilai sengaja dibiarkan berlarut-larut.
Surat resmi tertanggal 20 Desember 2025 yang disampaikan ke DPRD, warga menegaskan bahwa banjir bukanlah persoalan baru. Setiap tahun, sedikitnya sekitar 15 rumah warga terdampak. Namun penanganan yang dilakukan pemerintah dinilai hanya bersifat seremonial dan tambal sulam, tanpa solusi jangka panjang.
Yang lebih memprihatinkan, warga juga mengungkapkan dugaan pembangunan parit yang tidak sesuai standar. Sejumlah titik parit disebut hanya ditempel-tempel, sehingga aliran air tersendat. Bahkan memicu bau menyengat dari limbah MBG yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Ironisnya, proyek tersebut diduga menggunakan anggaran negara, namun hasilnya jauh dari harapan warga.
“Kalau parit dibangun hanya untuk menghabiskan anggaran, lalu siapa yang bertanggung jawab atas penderitaan warga?” tulis warga dalam surat pernyataan tersebut, seolah menyiratkan dugaan kuat adanya kelalaian.
Bahkan warga menduga adanya kesalahan konsultan perencanaan hingga pengerjaan proyek. Warga juga secara terbuka mendesak DPRD Kota Binjai turun langsung ke lapangan, bukan hanya menerima laporan di ruang rapat. Mereka menilai, jika DPRD benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, maka berbagai kejanggalan pembangunan tidak akan terjadi.
Tak berhenti sampai di situ, masyarakat Lingkungan II secara tegas meminta penggantian Lurah Bandar Senembah. Warga menilai lurah setempat tidak lagi mampu menjalankan tugas pelayanan publik secara maksimal karena kondisi kesehatan yang sering terganggu. Akibatnya, berbagai persoalan mendesak masyarakat dinilai jadi lamban ditangani, bahkan terkesan diabaikan.
“Jika aparatur di tingkat bawah tidak sanggup bekerja optimal, maka yang dikorbankan adalah rakyat,” tegas warga.
Sebagai bentuk peringatan, sebelumnya warga menyatakan bahwa apabila pernyataan sikap ini tidak segera ditindaklanjuti, mereka siap mendatangi langsung Gedung DPRD Kota Binjai untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Surat tersebut ditandatangani oleh Syahrial, Kepala Lingkungan II Bandar Senembah, dan ditembuskan kepada Wali Kota Binjai, Inspektorat, Kejaksaan, Polres Binjai, Dinas PU, Camat Binjai Barat, hingga Lurah Bandar Senembah.
Tinjau Lokasi Parit
Usai menerima surat keluhan dari warga Linkungan II dan III Kelurahan Bandar Senembah tersebut, Ketua DPRD Kota Binjai mengundang warga untuk berdialog, Senin (22/12/2025).
Kemudian, Selasa (23/12/2025), Ketua DPRD Binjai Kristiana Gusuartini Surbakti, bersama Ramlan (Fraksi Golkar), Pandi (Fraksi Demokrat), Abd.Rahim anggota dewan dari Dapil Barat dan Komisi C, Camat Binjai Barat, Lurah Bandar Senembah Heriyanto, Kadis PU dan staf, turun meninjau lokasi yang dikeluhkan warga.
Namun, Kepala Lingkungan II menjelaskan, saat Tim Ketua DPRD Kota Binjai dan Kadis PU datang meninjau lokasi, tidak ada memberikan keterangan apapun kepada dirinya, maupun warga setempat.
Kini publik menunggu, apakah DPRD dan Pemerintah Kota Binjai akan benar-benar berpihak pada penderitaan rakyat, atau kembali membiarkan rumah warga digenangi banjir.
reporter | Rudy H/Rel

